Kota Terlarang Mulai Batasi Jumlah Wisatawan
Featured, Lainnya

Kota Terlarang Mulai Batasi Jumlah Wisatawan

0 18

Indonesia-facebook.net – Kota Terlarang atau Forbidden City yang terletak di Beijing, China, selama ini hanya berwujud ekspektasi dalam daftar kunjungan saja. Namun saat ada kesempatan untuk mengunjunginya, ekspektasi itu pun seketika berubah menjadi realita.

Bisa dipastikan, setiap wisatawan ketika sampai lokasi ini akan selalu ingin menikmati semua yang ada di setiap sudut Kota Terlarang. Namun karena luasnya wilayah dan ramainya pengunjung, membuat prioritas tujuan adalah hal yang paling masuk akal dan ramah di betis.

Kota Terlarang Mulai Batasi Jumlah Wisatawan

Dengan luas sekitar 720.000 meter persegi atau 80 kali lapangan sepak bola berstandar internasional, nampaknya tidak ada orang normal yang mampu menjelajahi tempat ini secara detail dalam waktu satu hari.

Belum lagi, lorong dan jarak antar pintu gerbang di sisi kiri dan kanan lokasi kerajaan ini cukup luas dan lebar.

Secara geografis, Kota Terlarang berada di sebelah utara Lapangan Tiananmen. Kota ini dikelilingi tembok setinggi 10 meter, di dalamnya terdapat pembatas antar gerbang setinggi lima meter serta terdapat koleksi struktur kayu kuno terbesar di dunia.

Poker Online Uang Asli

Untuk masuk kawasan Kota Terlarang, wisatawan hanya perlu membayar 40 Yuan (sekitar Rp85 ribu) untuk hari biasa, dan 60 Yuan (sekitar Rp 125 ribu) untuk hari libur.

Pengawasan dan pembatasan

Meskipun saat ini turis bisa bebas berseliweran di Kota Terlarang, namun para tentara tetap menjaga setiap sudutnya dengan ketat.

Tentara itu berdiri tegap tanpa geming, meskipun sesekali mereka melirik aktivitas wisatawan dengan tujuan keamanan.

Baca juga : Saham Facebook Anjlok Mark Zuckerberg Kehilangan Rp 9,5 Triliun

Tujuan penjagaan yang terkesan ‘membatasi gerak’ wisatawan ini adalah agar tidak sampai menjamah beberapa situs dan barang peninggalan di istana tersebut. Karena di lokasi itu terdapat 800 bangunan, dan lebih dari 8.000 ruangan peninggalan Dinasti Ming dan Dinasti Qing.

Saat ini, pengelola Kota Terlarang pun sudah menerapkan pembatasan jumlah wisatawan ke lokasi itu dalam satu hari.

Lokasi wisata yang terletak di Distrik Dongcheng itu, membatasi diri untuk 80 ribu orang per hari. Sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan perharinya bisa mencapai 100 hingga 180 ribu orang per hari.

Baca juga : Instagram dan Facebook Akan Batasi Waktu Pengguna

Pembatasan jumlah pengunjung bertujuan agar barang-barang peninggalan tetap lestari dan pengunjung tetap nyaman.

“Kami akan meningkatkan pola manajemen dan menjalankan mekanisme penjualan tiket pada periode tertentu mulai tahun depan,” kata Direktur Museum Istana Kota Terlarang, Shan Jixiang, seperti yang dikutip dari Antara.

Pada tahun 2017, Kawasan Kota Terlarang telah kedatangan pengunjung sejumlah 16,7 juta orang.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *