berita teknologi terbaru
berita teknologi indonesia, berita teknologi terbaru, berita teknologi terkini, facebook indonesia, Featured, Teknologi

Satu ‘Fast Charging’ Kendaraan Listrik Butuh Dana Rp 143 Juta

0 20

Indonesia-facebook.net – PT PLN (persero) akan mendirikan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dengan wacana pengisian super cepat atau fast charging di Ibu Kota Jakarta untuk mendukung pemerintah dalam program mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.

Direktur Perencanaan PLN Syofvi Felienty menyebutkan bahwa pihaknya bakal membangun 1 sampai 2 SPLU fast charging di mulai pada tahun ini.

“Namun fast charging untuk studi bisa. kita sudah diskusi akan letakkan beberapa, tapi masih di Ibu Kota Jakarta. Jadi kita akan buat 1 atau 2 untuk keperluan studi,” kata Syofvi saat menemuinya di kantornya, beberapa waktu lalu.

Satu ‘Fast Charging’ Kendaraan Listrik Butuh Dana Rp 143 Juta

Menurut Syofvi, PLN butuh dana sebesar US$10 ribu atau sekitar Rp 143 Juta untuk membangun 1 SPLU ‘fast charging’ di Ibu kota.

“Kalau SPLU (biasa) kan udah banyak kita punya. Dan fast charging sedang kita evaluasi,” ucap dia.

Dijelaskan Syofvi, PLN saat ini tengah berdiskusi dengan para pemain industri otomotif agen pemegang merek (APM) agar menemukan standar pembangunan alat pengisian kendaraan listrik. Sementara ini pihak PLN belum menentukan lokasi berdirinya stasiun pengisian cepat tersebut.

Lihat juga :

“Karena apa, standar (colokan) itu tidak hanya satu ya. Jadi setiap perusahaan mobil beda. Makanya PLN ikut komunitas ya untuk menentukan standar itu arahnya seperti apa,” ucap Syofvi.

PLN sendiri saat sudah memiliki lebih dari 1.000 titik pengisian listrik untuk kendaraan yang tersebar di wilayah Ibu Kota Jakarta, dan sumber listrik yang digunakan saat ini belum berasal dari tenaga bersih (panel surya/solar cell).

Texas Poker Cc Bandar Judi Poker Online Indonesia

Pemerintah saat ini tengah menggodok regulasi kendaraan listrik, jika tidak aral melintang akan keluar pada tahun ini yang diumumkan Kementerian Perindustrian.

Kementerian Perindustrian sendiri sudah mengumumkan bahwa pada 2025 sekitar 20 persen dari seluruh produksi mobil di Indonesia merupakan bagian dari program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *