facebook indonesia, Featured, Teknologi

XL Dorong 5G di Indonesia Pakai Frekuensi 3,5GHz

0 12

XL Dorong 5G di Indonesia Pakai Frekuensi 3,5GHz – PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) sudah melakukan persiapan agar jaringannya bisa menyuguhkan layanan 5G, kendati pemerintah belum memutuskan frekuensi yang akan digunakan. Dari pihak XL, perusahaan lebih cenderung tertarik pada frekuensi 3,5GHz.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Teknologi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), Yessie D. Yosetya. Frekuensi 3,5GHz dinilai sebagai pilihan ideal untuk saat ini, mengingat kesiapan ekosistem yang ada di Indonesia.

“Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) kan ada tiga opsi, jadi yang saat ini kita dorong itu adalah yang 3,5GHz dulu. Karena balik lagi, dari sisi ekosistem, perangkatnya, ini sudah jauh lebih siap untuk 3,5GHz,” tutur Yessie saat ditemui dalam acara XL Axiata Media Gathering 2018 di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Pemerintah Siapkan 3 Kandidat Frekuensi untuk 5G

facebook indonesia

SIMAK JUGA : INILAH 5 FITUR APPLE YANG DICURI SAMSUNG

Sebelumnya, Dirjen Sumber Daya Penyelenggara Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo, Ismail MT, mengungkapkan Indonesia memiliki tiga frekuensi yang disiapkan untuk bisa menghadirkan 5G, yaitu pada 3,5GHz, 26GHz atau 28GHz. Ketiganya merupakan pilihan spektrum frekuensi untuk teknologi 5G yang sudah disepakati dunia.

Untuk frekuensi 26 dan 28GHz sendiri, dinilai ideal untuk berbagai layanan yang membutuhkan latencyatau waktu respons yang rendah.

“Tujuan 5G itu memiliki kegunaan macam-macam untuk berbagai hal penting, seperti layanan yang membutuhkan latency atau delay yang rendah. Jadi jangan sampai komunikasi di layanan itu terjadi delay,” ungkap Ismail.

Lebih lanjut, dijelaskannya, Indonesia memang sengaja memilih frekuensi 5G yang telah menjadi standar dunia. Hal ini salah satunya bertujuan menghemat pengeluaran untuk pengembangan dan pembelian berbagai perangkat 5G.

LINK ALTERNATIF POKER

Menurut Ismail, pemanfaatan teknologi 5G kemungkinan besar akan dimulai dari industri 4.0. Industri 4.0 merupakan nama tren otomatisasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi manufaktur. Hal ini mencakup sistem Internet of Things (IoT), cloud computing dan komputasi kognitif.

Selain ketiga frekuensi tersebut, menurut laporan terpisah, ada beberapa opsi lain untuk jaringan 5G yakni mencakup 600MHz, 700MHz dan 800MHz. 5G sendiri sejatinya membutuhkan spektrum dalam tiga rentang frekuensi utama yang memberikan cakupan luas dan mendukung semua kasus penggunaan. Tiga rentang itu adalah di bawah 1GHz, 1-6GHz dan di atas 6GHz.

Mengutip data dari asosiasi operator jaringan mobile GSMA, frekuensi di bawah 1GHz akan mendukung cakupan luas di seluruh daerah perkotaan, pinggiran kota dan pedesaan, serta membantu mendukung layanan IoT.

Untuk 1-6GHz, menawarkan cakupan dan manfaat kapasitas yang cukup baik. Ini termasuk spektrum dalam kisaran 3,3 – 3,8GHz, yang diharapkan dapat membentuk basis dari banyak layanan awal 5G.

Adapun di atas 6GHz, diperlukan untuk memenuhi kecepatan broadband kecepatan tinggi yang diharapkan untuk 5G. Fokus pada frekuensi ini akan berada di atas 24GHz atau 28GHz. Selain itu juga ada beberapa minat mengeksplorasi frekuensi dalam kisaran 6-24GHz.

LINK ALTERNATIF POKER

Baca juga informasi menarik dan terbaru kami lainnya dari Facebook Indonesia

 

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *